Monday, October 8, 2018

Perenang Syuci Tambah Emas untuk Indonesia di Asian Para Games

Jakarta - Perenang Syuci Indriani menambah koleksi emas Indonesia di Asian Para Games 2018. Syuci berjaya di nomor gaya dada nomor 100 meter S14 atau ttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5589331726475466837#editor/target=post;postID=4637716509275956712;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postnameo.gl/VtL511" alt="DomaiNesia"></a>



Pada pertandingan yang digelar di Stadion Akuatik, Senayan, Senin (8/10/2018), Syuci menjadi tercepat pertama dengan catatan waktu 1 menit 23.95 detik. Atas prestasinya dia meraih medali emas.

Sementara peraih medali perak dan perunggu direbut perenang Jepang, Mai Deguchi, dengan catatan waktu 1 menit 23.97 detik dan Mikika Serizawa dengan catatan waktu 1 menit 26.13 detik.
"Senang sekali karena Allah sudah mengasih saya agar mendapat peraihan terbaik. Semoga bisa lebih baik lagi nanti ke depannya," kata dia.

Atlet kelahiran 28 Januari 2001 ini tak menyangka bisa menjadi juara. Dia bilang kuncinya renang cepat saja.

"Gak nyangka banget. Yang penting bisa. Saya tadi (renang) sudah ngawur saja. Ya habis-habisan. Saya tahunya sebelah seperti sudah duluan tapi saat pada teriak kemudian tengok ke podium ternyata menang. Ya mungkin Allah ingin mengasih saya medali emas ini," ungkapnya seraya mata berbinar.

"Bonus untuk memberangkatkan orang tua umroh dan untuk masa depan juga," katanya menyoal bonus.





Syuci sudah menyumbang medali perunggu dan emas dari cabang renang. Dia masih akan turun di nomor 100 meter gaya punggung. Dia akan mempersiapkan diri untuk terus menjadi yang terbaik.





Barcelona Gagal Menang 4 Kali Beruntun, Rakitic Beri Tanggapan

www.domainesia.com
KOMPAS.com - Performa Barcelona di La Liga Spanyol ini tengah menukik tajam. Blaugrana kini sudah gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan liga secara beruntun.
DomaiNesia
Sejak menang 2-1 atas Real Sociedad pada 15 September 2018, hingga saat ini Barcelona masih belum berhasil meraih kemenangan di La Liga Spanyol.
Barcelona ditahan imbang Girona, Athletic Bilbao, Valencia, serta takluk dari Leganes secara beruntun.
Bagi klub sebesar Barcelona, kondisi ini cukup mengherankan, meski bukan kali pertama terjadi.
Sejak 2009 atau saat masih berada di bawah kendali pelatih Pep Guardiola, kegagalan Barcelona meraih kemenangan dalam empat pertandingan La Liga secara beruntun ini adalah kali ketiga.
Terakhir kali kondisi ini terjadi pada akhir musim 2015-2016 bersama pelatih Luis Enrique setelah ditahan imbang Villarreal dan takluk dari Real Madrid, Real Sociedad, dan Valencia secara beruntun.
Bisa jadi, salah satu penyebab penurunan performa Barcelona saat ini adalah faktor kekalahan setelah melakoni tujuh pertandingan dalam 22 hari.
Namun, klub sebesar Barcelona tidak boleh menjadikan kekalahan sebagai alasan atas penurunan performa saat ini.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh gelandang Ivan Rakitic setelah Barcelona ditahan imbang Valencia di Stadion Mestalla, Minggu (7/10/2018) atau Senin diri hari WIB.
"Kami sadar dengan situasi kami karena ini bukan hal baru. Kami harus bisa menghadapi jadwal yang sibuk, termasuk bepergian ke luar negeri," ucap Ivan Rakitic seperti dikutip BolaSport.com dari Marca.
"Performa kami tidak buruk. Namun, sungguh memalukan kami tidak dapat menerjemahkan keunggulan tim untuk menjadi kemenangan dan meraih tiga poin yang pantas kami dapatkan," tuturnya.
DomaiNesia
Kini, La Liga tengah jeda sementara waktu karena para pemain harus membela tim nasional masing-masing pada laga internasional.
www.domainesia.com
Setelah itu, Barcelona akan kembali dihadapkan pada situasi sulit.
Berturut-turut mereka akan menghadapi Sevilla, yang kini menguasai klasemen La Liga Spanyol, Inter Milan di Liga Champions, dan rival abadi mereka, Real Madrid. (Verdi Hendrawan)
DomaiNesia